2 Masalah Biang Kerok Jebloknya Valentino Rossi

LIGAPEDIA – Valentino Rossi tampil jeblok dalam empat seri awal MotoGP 2021. Dua masalah krusial dinilai menjadi penyebab buruknya performa The Doctor. Apa saja?

Rossi baru mengumpulkan empat poin dari empat balapan MotoGP 2021. Poin tersebut didapatkan saat rider Petronas Yamaha itu finis di posisi ke-12 MotoGP Qatar 2021.

Setelah itu, Rossi gagal finis di luar zona poin dalam tiga race beruntun. Pria 42 tahun tersebut finis di posisi ke-16 MotoGP Doha, crash di MotoGP Portugal, serta menyelesaikan MotoGP Spanyol di urutan ke-17.

Hasil-hasil buruk tersebut berdampak kepada posisi Valentino Rossi di klasemen sementara MotoGP 2021. VR46 menduduki posisi tiga terbawah, alias terjerembab di urutan ke-21 dari 24 kontestan.

Jebloknya performa Rossi mendapat tanggapan dari teknisi kawakan, Giulio Bernardelle. Mantan direktur teknis tim Pramac Racing itu menilai ada dua masalah utama yang saat ini menghambat juara dunia sembilan kali itu.

Masalah pertama yakni terkait ban yang digunakan Rossi. Bernardelle menganggap The Doctor kesulitan dengan ban depan motornya, sehingga berpengaruh pada performanya di lintasan.

“Ini adalah masalah yang saya rasa 70-80% terkait karakteristik ban depan Michelin. Dia memang kerap komplain soal ban belakang karena tanpa traksi yang cukup di tikungan, dia secara alamiah mengimbanginya dengan pengereman yang agresif. Semua rider melakukan itu,” kata Bernardelle, dikutip dari Tuttomotoriweb.

“Dalam pandangan saya, masalah fundamental justru berkaitan di ban depan. Michelin menyatakan dua tahun lalu untuk membawa ban yang lebih keras, tapi tidak ada perubahan sejauh ini. Sulit baginya untuk berubah kecuali Michelin melakukan perubahan,” ungkapnya.

Masalah kedua yakni ada pada gaya membalap. Rossi disebutnya sebagai rider tipe agresif, sehingga dia butuh bagian depan motor yang bisa menerapkan gayanya secara efektif.

“Bagian depannya masih terlalu banyak muatan. Dia adalah pebalap dengan pengereman yang sangat agresif, oleh karena itu dia membutuhkan front end yang lebih mendukungnya untuk menerapkan gayanya secara efektif,” ujarnya soal kendala yang dialami Valentino Rossi.