Tekad Mir Juara Lagi agar Marquez Tak Disebut-sebut Terus

LIGAPEDIA – Juara MotoGP 2020 Joan Mir kesal karena terus dikaitkan dengan ketiadaan Marc Marquez. Bagaimanapun, Mir mengakui bahwa dia harus juara lagi demi menghapus keraguan.

Pebalap Suzuki itu muncul sebagai kejutan besar usai menyabet gelar juara dunia. Memulai tanpa status favorit, Mir tampil paling konsisten setelah tujuh kali naik podium, termasuk sekali kemenangan di seri Eropa.

Di klasemen akhir, Joan Mir mengumpulkan 171 poin unggul 13 poin dari pebalap Petronas SRT Franco Morbidelli yang menjadi runner-up. Sukses Mir memutus kerinduan Suzuki akan gelar juara dunia setelah terakhir kali dimenangi Kenny Roberts, Jr pada 20 tahun lalu.

Namun, ada komentar miring yang mengiringi keberhasilan Joan Mir. Tidak sedikit yang menganggap Mir beruntung karena Marc Marquez absen usai mengalami cedera bahu parah di seri pertama.

Tidak dipungkiri bahwa pebalap Repsol Honda itu merupakan rider to beat, rider tertangguh yang mendominasi MotoGP dalam tujuh tahun terakhir. Namun, Mir berkukuh bahwa dirinya tetap layak mendapat pengakuan.

“Itu tidak terlalu menggangguku karena kurasa orang-orang yang mengatakannya cuma sedikit tahu tentang balap motor, juga orang-orang yang memikirkan soal itu,” sengat Mir kepada Marca. “Soalnya, kalau Anda mulai merampas titel juara dari orang-orang karena ada seorang pebalap yang cedera, maka trofi yang diberikan kepadaku berarti kosong.”

“Banyak nama yang mulai disebut dan Anda bisa melihat: Marc Marquez, di tahun pertama dia, bukan satu tapi dua pebalap cedera: Lorenzo dan Pedrosa. Dia juara dengan mendapatkan pengakuan besar.”

“Kevin Schwantz: apa yang terjadi dengan Rainey (dia duduk di kursi roda setelah mengalami kecelakaan) terjadi pada dia. Criville, tentang Doohan. Dan aku tidak meremehkan Criville atau orang-orang ini. Mereka memang juara karena mereka mampu tampil lebih baik daripara rival-rivalnya, dan mereka memenangi gelarnya. Itu saja.”

“Ya, aku harus juara lagi. Mereka akan membuatku juara lagi. Mudah-mudahan,” cetus Joan Mir.

SUMBER: Detik.com