Indofood Calbee Wings Tanam Modal untuk Lumbung Pangan

Presiden Joko Widodo saat meninjau pengembangan peternakan dan pertanian Desa Parsingguran, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada Rabu, 31 Juli 2019. (Dok. Kementan)

Tujuh perusahaan membantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencetak 1.000 hektare (ha) lahan untuk lumbung pangan atau food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Di lahan ini, akan ditanam bawang merah, bawang putih, sampai kentang.

“Pihak swasta telah menanamkan modal untuk pengembangan kawasan,” tulis pihak Kementerian Pertanian dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

Mereka yaitu PT Indofood, PT Calbee Wings Food, PT Champ, PT Semangat Tani Maju Bersama, PT Agra Garlica, PT Agri Indo Sejahtera, dan PT Karya Tani Semesta. Tapi, Kementan belum merinci berapa uang yang dikucurkan ketujuh perusahaan ini.

Lahan 1.000 hektare ini akan digarap dan ditanam sampai akhir tahun 2020. Swasta akan mengucurkan dana untuk porsi lahan yang lebih luas yaitu 785 ha. Sementara, pendanaan dari APBN hanya untuk sisanya, 215 ha.

Selain Indofood dan Champ yang sudah banyak dikenal, perusahaan-perusahaan yang terlibat ini punya bisnis beragam. PT Karya Tani Semesta misalnya, pernah mengekspor bawang merah di akhir 2019.

“PT Karya Tani Semesta telah menyepakati kontrak dagang bawang merah dengan Singapura dan Thailand sebesar 2.760 ton,” demikian keterangan di laman resmi Kementerian Perdagangan.

Sementara PT Agri Indo Sejahtera, baru saja mengekspor bawang putih ke Taiwan pada Agustus 2020. Saat itu perusahaan menyebut setidaknya ada permintaan 1000 ton bawang putih, secara total dari luar Negeri.

“Permintaan cukup tinggi, ini tentunya menjadi peluang bagi para petani kita untuk terus berkarya,” kata Direktur PT. Agri Indo Sejahtera (AIS) Brebes Beni Santoso, di laman resmi Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto mengatakan skema yang cocok untuk menggerakkan lumbung pangan ini adalah korporasi kemitraan antara petani dan investor. “Petani sebagai sumber daya manusia yang ada di sini merupakan pemilih lahan, sekaligus sebagai tenaga kerja produktif,” kata dia.