Fakta di Balik BUMN yang Isinya Pensiunan Semua

LIGAPEDIA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat menyebut jika PT PANN (Persero) diisi oleh banyak pensiun.

Perusahaan ini juga akan mendapatkan penyertaan modal negara. Tapi apa benar diisi oleh banyak pensiunan?

Direktur Utama PT PANN (Persero) Hery S Soewandi mengungkapkan, saat ini perusahaan hanya memiliki 7 pegawai tetap dan 12 tenaga outsourcing.

“PANN sekarang ini sebelum PMN itu, pegawai cuma ada enam pegawai tetap dan tujuh dengan saya dan 12 outsourcing. Itu dibiayai dari hotel dan penyewaan kantor kami,” ujar Hery dalam rapat di komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2020).

Dia mengungkapkan usaha hotel memang bukan menjadi bisnis utama PANN yang sempat dikomentari Menteri BUMN Erick Thohir agar BUMN fokus pada bisnis utama masing-masing. Hery mengatakan akan fokus kembali pada bisnis utama untuk pembiayaan maritim dan bisnis pelayaran setelah mendapatkan PMN.

Kemudian, disebutkan kedua hotel yang dimiliki PANN pernah menjadi hotel yang bagus pada masanya, namun sudah lama terbengkalai sehingga banyak properti sudah tua dan usang. Sejak masuk di PANN pada 2015, Hery melakukan investasi kepada dua hotel tersebut. Namun tidak begitu optimal lantaran keuntungan per tahun hanya sekira Rp 1,5-2 miliar.

Ini perusahaan pernah untung nggak ya?

PT PANN pernah dipercaya mengelola dua proyek yakni jetisasi pesawat dengan Jerman dan pemberdayaan kapal ikan dengan Spanyol. Sayang, dua proyek ini tidak pernah rampung. Kondisi ini yang menyebabkan perusahaan terpuruk dalam likuiditas dan permodalan negatif.

“Dari kedua proyek tersebut, PANN tidak pernah mendapatkan hasil (keuntungan),” ujar Hery.

Hery berharap PMN non-tunai sebesar Rp 3,8 triliun mampu mengembalikan kondisi perusahaan. Hery menilai suntikan PMN akan berdampak pada upaya perusahaan memperbaiki struktur permodalan dan perbaikan rasio utang PANN.

Hery yakin dengan adanya PMN, PANN mampu memberikan kontribusi lebih kepada negara melalui pajak, meningkatkan konektivitas, dan menyerap lapangan kerja.

“Rencana PANN setelah mendapat PMN akan kolaborasikan unit pembiayaan maritim dan unit bisnis pelayaran,” ungkap Hery.

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sonny T Danaparamita menilai hampir seluruh aspek perusahaan PANN mengalami kerugian. “Sekarang pegawai tinggal tujuh, termasuk dirut,” kata dia.

Sonny mempertanyakan strategi perusahaan dalam menyelesaikan persoalan, mengingat PANN justru mengurusi bisnis perhotelan yang berada di luar bisnis utama. Padahal, PANN memiliki pekerjaan rumah untuk melakukan tagihan kepada empat perusahaan penerbangan yang sudah pailit.

“Core bisnis nggak jelas, banyak yang diurusi, ini bagaimana baginya hanya tujuh orang yang menagih leasing pesawat yang sudah tidak ada,” kata Sonny.

SUMBER: Detik.com