Menebak Arah Timnas Indonesia di Bawah Shin Tae Yong

Jakarta, CNN Indonesia — Laga melawan Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2022 akan jadi awal dari arah Timnas Indonesia di bawah komando pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong.

Pertandingan nanti mungkin bukan jadi tolok ukur akan seperti apa Tim Merah Putih ke depan. Tetapi setidaknya muncul gambaran timnas seperti apa yang akan dibuat Shin Tae Yong ke depan.

Maklum, selain peluang Indonesia yang tipis untuk lolos ke babak berikutnya di Kualifikasi Piala Dunia, Shin Tae Yong juga tidak punya banyak pilihan pemain.

Ditambah lagi mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu hanya bisa menggunakan 50 nama yang sudah masuk entry by name Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Shin Tae Yong masuk di saat Indonesia berada di dasar klasemen Grup G tanpa meraih poin dari lima pertandingan. Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi lumbung gol usai kebobolan 16 gol dan hanya mencetak 3 gol.

Sedikit harapan yang bisa diapungkan pecinta sepak bola Indonesia dari Timnas Indonesia di bawah Shin Tae Yong nanti adalah perubahan komposisi tim dan cara bermain.

Usai resmi jadi pelatih Timnas Indonesia, akhir Desember 2019, Shin Tae Yong menyatakan siap membuat perubahan di Skuat Garuda. Perubahan itu akan dilakukan di berbagai aspek. Shin Tae Yong tidak ingin memberikan banyak harapan. Ia hanya mengatakan apa yang dirasa perlu untuk Timnas Indonesia.

Karena itu, pada akhir Desember lalu Shin Tae Yong juga pernah menyebut, secara teknik permainan Timnas Indonesia tidak buruk, hanya fisik yang kerap menurun di jelang pengujung pertandingan.

Meremajakan skuat jadi cara termudah Shin Tae Yong mengubah Timnas Indonesia.Meremajakan skuat jadi cara termudah Shin Tae Yong mengubah Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)
Guna menambal lubang dari kelemahan fisik itu Shin Tae Yong mencoba meremajakan Timnas Indonesia jelang melawan Thailand sebagai laga perdana resmi pelatih kelahiran Yeongdeok-gun tersebut.

Untuk melawan Thailand Shin Tae Yong memanggil 34 nama yang merupakan kombinasi pemain senior dengan pemain muda, termasuk beberapa nama dari Timnas Indonesia U-19, seperti: Alfeandra Dewangga, Adi Satryo, hingga Irfan Jauhari.

Dalam 34 nama yang dipanggil itu, separuhnya atau 17 pemain merupakan pemain dengan usia di bawah 23 tahun. Dengan 12 di antaranya belum mendapatkan caps bersama timnas senior.

sumber : cnnindonesia.com