Bos DFSK Berhenti Kunjungi Indonesia Dampak Virus Corona

Jakarta, CNN Indonesia — Penghentian sementara penerbangan dari Indonesia ke China dan sebaliknya dari pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona mempengaruhi salah satu produsen China di dalam negeri, Sokonindo Automobile (DFSK).

Sejak penerbangan itu dihentikan mulai 5 Februari 2020, karyawan DFSK asal China yang kini berada di dalam negeri disebut tak bisa pulang ke negara asal. Sedangkan pejabat yang biasanya mengunjungi Tanah Air untuk meninjau bisnis DFSK tak bisa melakukannya.

Produksi dan Penjualan Mobil China Terpukul Virus Corona
“Karena sudah diblok, ya tidak bisa masuk juga ke sini. Tapi selama ini kami biasa kerja kan by online kok. Terus mereka [pekerja asal China] yang di Indonesia juga tidak bisa pulang ke negaranya untuk sementara,” jelas PR and Digital Manager Sokonindo Automobile Arviane Dahniarny Bahar saat dihubungi, Kamis (13/2).

Arviane mengatakan sekitar 20 karyawan asal China yang bekerja di Indonesia sempat pulang kampung pada saat libur Imlek, di antaranya disebut pejabat direktur. Mereka tak bisa kembali ke Indonesia namun dikatakan tetap bekerja di China.

Menurut Arviane yang karib disapa Anne, efek virus corona yang saat ini sudah menewaskan 1.000 orang di seluruh dunia belum mempengaruhi kegiatan produksi di dalam negeri.

Proses produksi kendaraan DFSK di Indonesia terus berjalan kendati membutuhkan suplai impor komponen dari pabrik prinsipal di Chongqing, China, yang jaraknya 900 km dari kota sumber virus Corona di Wuhan.

“Produksi di pabrik Cikande DFSK sejauh ini tidak terganggu dengan adanya kasus virus corona. Suplai [komponen] masih berjalan lancar,” kata Arviane.

Produsen China yang lain di Indonesia, SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) belum memberi komentar saat ditanya terkait corona.

Wabah virus Corona telah dikhawatirkan produsen besar berpotensi mengganggu industri otomotif global sebab China merupakan termasuk pemasok komponen utama ke banyak negara.

Mengutip CNN, Volkswagen sudah mengumumkan akan menutup pabrik mobilnya di China karena pembatasan perjalanan dan kekurangan suku cadang. General Motors tidak akan memulai kembali operasional pabrik di China sampai 15 Februari karena masalah kesiapan komponen.

Hyundai menutup pabrik perakitannya di Korea Selatan lantaran kekurangan suplai komponen China. Tidak hanya itu, Nissan, Renault, hingga Fiat Chrysler juga mengalami masalah serupa yaitu menunda produksi akibat suplai komponen kendaraan dari China terhenti.

sumber : cnnindonesia.com