5 Fakta Roket Iran yang Kerap Dipakai Serang AS

Jakarta, CNN Indonesia — Iran kembali melontarkan sembilan roket untuk menghantam basis pasukan Amerika Serikat (AS) di pangkalan udara Irak, Rabu pagi (8/1). Peluncur roket Katyusha merupakan andalan Iran untuk meluncurkan berbagai serangan roket mereka terhadap AS.

Roket-roket ini dilontarkan sebagai serangan balasan terhadap kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Pekan lalu, Soleimani tewas dibombardir roket AS saat baru turun dari Bandara Internasional Irak, Jumat (3/1)

Sabtu pekan lalu dua roket juga menghujani markas militer Irak yang diisi tentara AS. Serangan hari Sabtu itu dilakukan sehari setelah serbuan pesawat nirawak (drone) AS menewaskan Soleimani.

Pentagon mengonfirmasi bahwa pembunuhan Soleimani diperintahkan langsung Trump. Perintah ini dilakukan tanpa sepengetahuan DPR AS.

Berikut sejumlah fakta terkait peluncur roket Katyusha andalah Iran.

  1. Buatan Rusia

Peluncur roket ini dirancang oleh Rusia oleh Georgy Langemak dan dimanufaktur oleh Plant Comintern in Voronezh.

  1. Menggunakan mobil
    5 Fakta Roket Iran yang Kerap Dipakai Serang ASPelontar misil Katyusha (Istockphoto/VahanN)

Peluncur roket Katyusha menggunakan mobil truk yang dilengkapi dengan beberapa peluncur yang bisa diarahkan pada bagian belakang mobil, seperti dilaporkan Russia Pedia.

Senjata ini memang dirancang untuk menjadi sistem peluncur beberapa roket sekaligus (Multiple Launch Rocket Systems/ MLRS).

  1. Senjata rahasia Rusia pada PD II

Katyusha dikembangkan sejak 1938 dan pertama diproduksi massal pada 1941, seperti dilansir dari Defencyclopedia. Senjata ini digunakan pada perang dunia II, Juli 1941, beberapa minggu setelah Jerman melakukan invansi ke kota Orsha, Belarusia, Uni Soviet (sekarang Rusia).

Keberadaan Katyusha dirahasiakan sepanjang PD II. Orang-orang hanya menyebut inisiak K saat akan menggunakan senjata ini. Huruf K ini sebenarnya terkait dengan pabrik senjata ini, Voronezh Komintern Factory, seperti dikutip dari buku Inside the Soviet Army.

Namun, belakangan tentara Merah Rusia (Red Army) memanggil senjata ini sebagai Katyusha. Padahal Katyusha sendiri adalah lagu patriotik untuk membangkitkan nasionalisme Rusia yang dikarang oleh Mikhail Isakovsky. Nama kecil senjata mematikan dan yang ditakutkan pada PD II ini adalah Katie.

Suara keras yang keluar saat Katie melontarkan roket dijuluki tentara Jerman sebagai suara Organ Stalin (Stalin Organ). Sebab saat itu Rusia dipimpin Stalin dan suara menggelegar senjata ini keras seperti suara organ gereja.

  1. Banyak varian

Varian pertama pelontar roket ini adalah BM-13. BM mendefinisikan jenis mesin dan angka 13 menunjukkan kaliber dari misil yang digunakan.

Penamaan pelontar misil di Soviet menggunakan struktur berikut. BM-x-y merupakan kode peluncur misil kendaraan darat. M-x-y untuk peluncur berbentuk menara. Kode y_M-x untuk misil yang digunakan angkatan laut. Kode x menandakan model misil dan kode y menunjukkan jumlah rel peluncur misil.

BM-8-16 menunjukkan menggunakan kendaraan peluncur darat yang menembakkan misil M-8 dan memiliki 16 rel peluncur.

Kendaraan peluncur darat juga terdiri dari berbagai varian, mulai dari truk, traktor, hingga tank. Bahkan varian Katyusha juga ada yang sangat mudah dibawa berupa tas punggung.

  1. Dieskpor ke berbagai negara

Peluncur roket ini telah diekspor ke berbagai negara seperti Afghanistan, Angola, Cekoslovakia, Mesir, Jerman Timur, Hungaria, Iran, Irak, Mongolia, Korea Utara, Polandia, Suriah, Yaman, dan Vietnam.

Tentara China juga tampak menggunakan pelontar roket ini saat perang dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Perang Korea pada 1950. Senjata ini juga tampak pada saat perang di Timur Tengah, hingga Afrika pada tahun-tahun sesudahnya.

sumber : cnnindonesia.com