Pembelaan PM Australia Hadapi Kecaman Soal Kebakaran

LIGAPEDIA – PM Australia Scott Morrison membela diri. Pembelaan itu disampaikan usai dikecam karena responsnya atas kebakaran hutan dianggap mengecewakan.

Kecaman itu datang dari berbagai pihak. Baik warga maupun pemadam kebakaran. Mereka mengecam penanganan krisis kebakaran hutan Morrison.

Pada Kamis (2/1) lalu misalnya. Kala Morrison mengunjungi kota Cobargo di New South Wales, lokasi terjadinya kebakaran hutan dan semak. Warga Australia yang menjadi korban kebakaran menumpahkan kekesalannya kepada Morrison.

Satu warga berkata kepadanya, “kamu harusnya malu pada dirimu sendiri”, sambil menambahkan “malah pergi meninggalkan Australia membiarkan terbakar”.

“Kamu bodoh, ScoMo,” kata mereka dikutip dari ABC Australia.

Kecaman kemudian datang dari petugas pemadam kebakaran di Australia, salah satunya Paul Parker (57). Parker mengecam pernyataan Morrison yang mengatakan bahwa ribuan petugas pemadam kebakaran yang kelelahan, sukarela ingin berada di sana, dalam bahasa yang menunjukkan bagaimana emosinya tengah meluap.

“Itulah cara kami menikmatinya, membuat hidup kami dalam bahaya. Saya melakukannya untuk komunitas lokal saya, saya melakukannya untuk kota Nelligen, dan masyarakat Australia. Untuk itulah aku melakukannya. Aku tidak melakukannya untukmu Scott Morrison, aku tidak melakukannya untuk kalian keparat di pemerintahan,” kata Parker dikutip dari AFP, Minggu (5/1/2020).

Kecaman dan kritik kepada Morrison sebelumnya juga muncul lantaran sang PM malah berlibur bersama keluarganya di Hawaii pada awal krisis kebakaran. Selain itu, karena kelambatannya dalam mengerahkan sumber daya.

Misalnya saat Morrison mengumumkan bahwa, untuk pertama kalinya dalam sejarah Australia, 3.000 tentara, pasukan cadangan angkatan laut dan udara akan dilkerahkan ke dalam pertempuran melawan api. Dia juga berkomitmen menganggarkan 14 juta USD untuk menyewa pesawat pemadam kebakaran dari luar negeri.

Namun, kebijakan itu justru dikritik banyak pihak. Hal itu lantaran Morrison dianggap terlalu lama untuk bertindak. Sebab, kebakaran telah membakar jutaan hektar di New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, sebuah wilayah dua kali ukuran Maryland.

Atas kritikan dan kecaman yang ditujukan kepadanya, Morrison membela diri. Morrisonmembela kepemimpinan dan catatan pemerintahannya tentang perubahan iklim.

Pembelaan itu disampaikan saat suhu yang lebih dingin membawa harapan jeda dari kebakaran hutan yang telah merusak tiga negara, merenggut 24 nyawa dan menghancurkan hampir 2.000 rumah di Australia. Morrison mengatakan pada konferensi pers hari Minggu bahwa ini bukan waktunya untuk menyalahkan.

“Ada banyak kesalahan yang terjadi,” kata Morrison. “Dan sekarang adalah waktunya untuk fokus pada respon yang sedang dibuat. … Menyalahkan tidak membantu siapa pun pada saat ini dan analisis yang berlebihan terhadap hal-hal ini bukanlah latihan yang produktif.”

Morrison juga menjelaskan tidak ada perselisihan yang muncul terkait masalah perubahan iklim dan meningkatnya ancaman kekeringan dan kebakaran hutan di Australia.

“Tidak ada perselisihan di negara ini tentang masalah perubahan iklim secara global dan pengaruhnya terhadap pola cuaca global dan itu termasuk bagaimana dampaknya di Australia,” katanya.

“Saya harus memperbaiki catatan di sini. Saya telah melihat sejumlah orang menyarankan bahwa entah bagaimana pemerintah tidak membuat hubungan ini. Pemerintah selalu membuat hubungan ini dan itu tidak pernah berselisih.”

SUMBER : Detik.com