Tewaskan Satu Keluarga di Jaktim, Bagaimana Asap Genset Picu Kematian?

Jakarta – Satu keluarga di Pulo Gadung, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kontrakannya. Keluarga yang terdiri dari 4 orang ini diduga tewas karena keracunan asap genset.

“Iya diduga keracunan genset,” ujar Kapolsek Pulo Gadung Kompol Lindang Lumban ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (3/1/2020) pagi.

Genset atau generator sering digunakan saat hujan badai ketika listrik padam, seperti yang dilakukan oleh keluarga tersebut. Beberapa orang meletakkan genset di garasi atau dekat rumah untuk menjaganya tetap kering. Sayangnya dengan melakukan itu, mereka mengundang karbon dioksida untuk perlahan masuk ke dalam rumah.

“Makin lama karbon dioksida meresap masuk ke dalam rumah, itu akan menjadi masalah yang mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Seringkali berakhir tragis. Kami menyebutnya ‘pembunuh diam-diam,” kata ahli toksikologi, Fred Henretig, mengutip NPR.

Genset atau generator mengeluarkan gas yang mengandung karbon monoksida, hal sama yang membunuh orang ketika membiarkan mobilnya menyala di garasi.

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas karbon monoksida juga sangat mematikan karena sebagian besar korban tidak menyadari mereka diracun yang akhirnya terlambat ditangani.

Pada tingkat tertentu, paparan karbon monoksida lima menit saja sudah cukup untuk berakibat fatal terutama di tempat tertutup. Generator portabel, yang mesinnya masing-masing mengeluarkan karbon monoksida yang setara dengan asap 450 mobil, merupakan penyebab umum kematian akibat keracunan.

sumber : detik.com