Petani di Sumsel Tewas Diserang Harimau

Palembang, CNN Indonesia — Suwadi (60) petani warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Minggu (22/12). Dari kondisi jasadnya, diduga kuat dia menjadi korban serangan Harimau Sumatera.

Suwadi menjadi korban keenam serangan Harimau Sumatera di Sumsel dalam waktu satu bulan belakangan.

Sekretaris Desa Pajar Bulan Yong Liza mengatakan, jenazah korban ditemukan oleh pihak keluarga di kebun miliknya yang berjarak dua kilometer dari pemukiman warga. Saat ditemukan, jenazah sudah dalam bentuk potongan tubuh.

Bagian tubuh korban yang ditemukan dievakuasi oleh warga setempat dan diserahkan kepada kepolisian untuk keperluan otopsi.

“Kejadiannya belum tahu pasti kapan karena korban ini sudah satu minggu menginap di kebun. Saat ditemukan jenazah sudah busuk, perkiraan sudah satu-dua hari meninggalnya. Belum bisa dipastikan meninggalnya itu kenapa, tapi kuat dugaan diserang harimau,” ujar Yong, Minggu (22/12).

Dia mengatakan, korban merupakan petani kopi dan durian yang tengah menjaga hasil bercocoktanamnya. Kebiasaan bermalam di kebun hingga berhari-hari dilakukan dia dan warga lain, apalagi petani durian, karena takut hasil perkebunan mereka dimakan hewan lain seperti monyet.

Meskipun imbauan pelarangan aktivitas di kawasan yang dekat dengan habitat harimau telah dilakukan mulai dari jajaran bupati, camat, hingga ke ketua adat, namun masyarakat masih datang ke kebun karena untuk mencari nafkah.

“Kejadiannya itu di hutan rakyat, bukan hutan lindung. Dari zaman nenek moyang sudah ada tanam-tanaman. Sudah diimbau tapi namanya warga mencari nafkah, kalau tidak ditunggui durian matang itu habis oleh kera, oleh monyet,” kata dia.

Pihaknya pun mengimbau kepada warga yang harus beraktivitas di kebun setidaknya ditemani oleh dua orang rekan. Meski lokasi kebun korban diketahui dekat dengan kebun warga lainnya, namun karena cuaca yang buruk dan derasnya hujan menyebabkan korban beraktivitas sendirian di kawasan tersebut.

Dia berharap pemerintah daerah mengambil tindakan nyata agar masyarakat yang berprofesi sebagai petani di daerah tersebut bisa mencari nafkah dengan aman dan tenteram, tidak diserang oleh binatang buas.

“Benar harimau dilindungi, tapi kalau sudah makan korban lebih baik kita musnahkan. Pemerintah daerah dan pusat kami mohon yang berwenang sepeti BKSDA kira-kira dapat menerjunkan tim pencari harimau tersebut,” ujar dia.

sumber : cnnindonesia.com