Soal Banjir Jakarta, Pemprov DKI: Durasinya Tak Lama, 20 Menit Surut

LIGAPEDIA – Banjir dan genangan muncul di Ibu Kota pada Selasa (17/12) sore kemarin. Pemerintah Provinsi DKI menyatakan banjir dan genangan itu cepat surut sehingga tak merugikan warga Jakarta terlalu lama.

“Memang kemarin intensitas hujan cukup lama, kemudian terjadi genangan di beberapa lokasi. Tapi durasinya tidak lama, paling lama sekitar 30 menit. Rata-rata 20 menit kemudian surut,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini, kepada wartawan, Rabu (15/12/2019).

Junaidi mencontohkan di dekat Plaza Senayan. Banjir sempat muncul. Sejumlah sepeda motor bahkan terendam. Menurutnya, itu karena permukaan tanah di kawasan itu agak cekung. Namun banjir itu dinyatakannya cepat surut.

“Saya tiba di lokasi, sudah tidak ada genangan. Jadi itu adalah antrean air yang masuk ke mulut-mulut air,” kata Junaidi.

Di lokasi lainnya, kondisinya juga dinyatakannya sama. Air antre masuk ke mulut air yang mengantarkan ke tali air. Di saluran air sendiri, airnya tidak penuh.

“Ada juga di Tebet, ada saluran air kita yang kena tiang LRT,” kata dia.

Cepat surutnya banjir dan genangan di Jakarta dinilainya juga karena efek drainase vertikal. Dinas Sumber Daya Air dinyatakannya telah membuat seribu drainase vertikal, belum lagi dinas-dinas dan instansi yang lain yang juga membuat drainase serupa.

“Maka kita lihat sekarang ini lokasi-lokasi genangan nggak lama. Itu membantu karena ada sumur-sumur resapan itu,” kata Junaidi.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta M Ridwan, ada 19 titik genangan yang muncul di berbagai ruas jalan. Di beberapa titik, genangan sudah surut.

Titik genangan paling banyak muncul di Jakarta Selatan, di antaranya di Jl Prof Dr Satrio, Jl Jenderal Sudirman, Jl Gatot Subroto, hingga Jl Rasuna Said. Ketinggian bervariasi, dari 10-20 cm hingga 10-40 cm.

Genangan juga sempat muncul di Jakarta Pusat, yaitu di Jalan Gerbang Pemuda, Jl Asia Afrika (depan Plaza Senayan), hingga Jl Pangeran Diponegoro. Di Jakarta Timur, genangan sempat muncul di antaranya di Jl Pulomas Raya. Di Jakarta Barat, genangan sempat muncul di antaranya Jl Letjen S Parman.

BPBD DKI juga mencatat muncul genangan air di permukiman yang ada di Jakarta Barat, tepatnya di Kelurahan Rawa Buaya, Kelurahan Sukabumi Selatan, dan Kelurahan Kota Bambu Utara. Ketinggian air bervariasi, dari 20 cm hingga 100 cm.

Berdasarkan data pada Selasa (18/12) pukul 17.00 WIB, titik genangan di lokasi-lokasi tersebut disebut telah surut. Dari data itu, semua genangan telah terpantau surut atau 0 cm.

SUMBER : Detik.com