Jasa ‘Permak’ Mr P Makin Kompetitif, Selain Mak Erot Juga Ada Mak Irot

LIGAPEDIA – Gagasan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto soal wisata kebugaran jadi perbincangan hangat ketika menyinggung juga jasa ‘permak’ Mr P legendaris, Mak Erot. Rupanya ada banyak jasa permak sejenis, salah satunya Mak Irot, yang kebetulan namanya mirip.

Adalah Haji Royani, sosok pria yang selama ini lebih dikenal ketika namanya disandingkan dengan nama Mak Irot yang tak lain adalah ibunya. Spanduk hingga pamfletnya bahkan tersebar di beberapa kota seperti Bogor, Depok, Bekasi dan Sukabumi. Sepeninggal Mak Irot, Royani melanjutkan praktik soal alat vital sejak tahun 1980-an.

“Dulu ibu saya memang menguasai keahlian soal urusan kejantanan pria, saya yang mewarisi keahlian itu dari Mak Irot ibu saya. Kalau cerita dari mana ibu saya menguasai kemampuan itu panjang ceritanya, meski nama memang mirip dengan Mak Erot tapi penerapan ilmu melalui tirakat dan cara pengobatan tradisionalnya berbeda namun kita pastikan semuanya alami,” kata Royani didampingi putranya, Asep Monas kepada detikcom, di kediamannya Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Minggu (8/12/2019).

Royani mengaku soal penanganan alat vital yang dilakukan almarhum ibunya (Mak Irot) bukan muncul sebagai pesaing karena menurutnya semasa hidupnya antara Mak Erot dengan Mak Irot pernah “bekerjasama” soal mengurusi reparasi alat vital dan kejantanan pria meski metodenya berbeda.

“Ibarat toko a dan b (menyebut nama minimarket) kadang berdampingan namun masing-masing punya perbedaan baik nama maupun pelayanan. Kalau boleh dibilang kampung ini adalah gudangnya para ahli kejantanan pria, baik yang mewarisi dari Mak Erot maupun dari ibu saya Mak Irot. Alamat pusat terapi juga sama-sama di Kampung Cigadog,” ungkapnya.

Terapi Mak Irot mengedepankan tirakat.
Terapi Mak Irot mengedepankan tirakat. Foto: Syahdan Alamsyah/detikHealth

Ia menyebut soal Nasi Lemang, nasi yang terbungkus bambu yang biasa digunakan dalam metode Mak Erot itu tidak ia gunakan dalam praktiknya. Ia lebih kepada tirakat, kemudian berlanjut kepada pemijatan. Ada beberapa replika alat vital pria dengan berbagai ukuran yang digunakan sebagai panduan bagi pria yang ingin mereparasi alat vitalnya.

“Kalau kami tidak ampuh mana mungkin bertahan sampai puluhan tahun bahkan membuka cabang di beberapa lokasi. Misalnya di Terminal Lembursitu, Kota Sukabumi, Cicurug, Cibeber daerah Cimalati dii Depok dan Cikarang, Ciledug, Depok ada yang ditangani anak-anak saya. Kalau orang yang mau datang ke rumah pribadi (pusat) Cogadog desa Caringin,” jelasnya.

Beberapa replika Mr P terpajang di tempat praktik.
Beberapa replika Mr P terpajang di tempat praktik. Foto: Syahdan Alamsyah/detikHealth

Royani juga mengaku bisa mendeteksi keluhan tamu yang datang kepadanya bahkan sebelum sang tamu menceritakan keluhannya. Tamu cukup menarik nafas tiga hingga lima kali seraya dipegang pergelangan tangannya, Royani dengan mudah mengetahui keluhan pasiennya.

“Kalau jumlah pasien sih enggak terhitung sudah ribuan lebih, intinya saya berani pasang spanduk, pamflet dan selebaran ketka kami menjalankan keahlian ini itu artinya saya yakin dengan warisan dari orang tua soal alat vital dan kejantanan, kalau dari Indonesia pasien sudah banyak bahkan dari Oman, Arab Saudi dan negara tetangga sudah banyak yang membuktikan langsung,” tambah Royani.

SUMBER : Detik.com