PDIP Pantun ‘Daripada Rangkai Kata’, PKS Pamer Karya Anies di DKI

LIGAPEDIA – Fraksi PKS tidak sepakat dengan pantun dari PDIP yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan fokus bekerja daripada sibuk merangkai kata. Bagi PKS, Anies sudah memberi karya bagi Jakarta.

“Bagaimana membangun transportasi integrasi. Itu kerja beliau sebagai gubernur. Pedestrian, jalur sepeda. Jadi masyarakat familiar gunakan semua transportasi. Orang pejalan kaki dihormati betul. Bangun pedestrian yang nyaman di Jalan Thamrin, di Jalan Sudirman. Itu contoh kerja Pak Anies, jadi bukan hanya pandai merangkai kata, tapi juga membuktikan, membuat karya untuk Jakarta,” ucap Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin, saat dihubungi, Selasa (4/12/2019).

Arifin membandingkan kerja Anies dengan gubernur sebelumnya, khususnya saat era Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang didukung oleh PDIP. Salah satu yang dibandingkan soal predikat WTP yang diraih DKI di masa Anies.

“Anies ini prestasi sudah banyak dalam mengelola Jakarta. Contohnya soal penggunaan anggaran, dua tahun berturut-turut BPK audit, dua tahun wajar tanpa pengecualian. Itu bukti beliau bekerja dengan baik. Zaman Jokowi, Ahok kan nggak ada,” kata Arifin.

PKS sebenarnya tidak heran dengan kritikan-kritikan PDIP kepada Anies. Bagi PKS, PDIP bukan pendukung Anies sebagai gubernur sehingga akan terus mengkritik Anies.

“Wajar lah (PDIP mengkritik), kita hormati, kita memaklumi sebagai bagian dari demokrasi. Kita ingin, meski kita beda pandangan politik, beda dukungan kepada gubernur. Tapi menilai gubernur secara objektif, tidak apriori. Kita harap begitu,” kata Arifin.

Dia memberi contoh sikap PKS secara nasional yang memilih menjadi oposisi Presiden Joko Widodo (Jokowi). PKS, disebut Arifin, akan objektif menilai Jokowi.

“Kita objektif saja, PKS oposisi nih. Ya kalau ada program bagus dari Jokowi ya kita apresiasi. Kalau tidak baik, tidak manfaat bagi bangsa ya harus kita kritisi,” ujar Arifin.

Sebelumnya, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengkritik beberapa program yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sasarannya adalah program penanggulangan banjir hingga revitalisasi trotoar.

Kritik tersebut disampaikan dalam rapat paripurna Raperda APBD 2020 di gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (4/12). Kritik disampaikan anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak.

“Terkait dengan program penanggulangan banjir, Fraksi PDIP sangat berharap pemerintah daerah terus melanjutkan kegiatan normalisasi/naturalisasi 13 sungai yang selama dua tahun tidak menunjukkan progres sama sekali,” kata Jhonny.

Menutup kritiknya, Jhonny menyampaikan pantun kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir dalam rapat tersebut. Begini pantunnya:

Jalan jalan ke Balai Kota
Melayani rakyat hingga senja
Daripada sibuk merangkai kata
Lebih baik fokus bekerja

SUMBER : Detik.com