Dukungan Anggun C Sasmi Buat Agnez Mo Soal Darah Indonesia

LIGAPEDIA – Sudah bukan rahasia lagi jika Agnez Mo dan Anggun C Sasmi memiliki penggemar garis keras. Bahkan mereka sering tidak akur di media sosial untuk membela idolanya.

Salah satunya saat Anggun yang menyebutkan lebih baik menyimpan mimpi dan membuktikannya dianggap menyindir Agnez Mo. Penggemar Anggun juga merasa tersendir oleh ucapan dari Agnez Mo.

Padahal keduanya mengaku berhubungan baik dan tidak ada maksud untuk menyindir satu sama lain.

Hanya saja perseteruan antar penggemar memang tidak hanya terjadi satu kali. Sudah bukan rahasia lagi bahwa keduanya kerap kali dibanding-bandingkan, bahkan oleh penggemar mereka sendiri.

Pada 2013 misalnya, Anggun saat itu tampil di Gala Show musim ke-4 X Factor Indonesia. Saat itu, pemilik nama asli Anggun Cipta Sasmi itu mengungkapkan, untuk dapat go international, memang harus pindah dan tinggal di luar negeri.

Seorang pengguna Twitter pun menanggapi pernyataan itu sebagai sindiran untuk Agnez Mo. Hal itu lah kemudian menimbulkan perang antar penggemar.

Hal yang sama juga terjadi antar penggemar keduanya ketika video klip ‘Coke Bottle’ milik Agnez Mo dan Timbaland keluar di tahun yang sama. Menurut sejumlah orang, penampilan Agnez Mo terlalu seksi. Belum lagi, penyanyi yang sebelumnya dikenal sebagai Agnes Monica, juga merubah namanya menjadi Agnez Mo.

Mereka juga membanding-bandingkan Anggun yang tetap bisa terkenal di mancanegara tanpa harus berpakaian terlalu seksi maupun mengubah namanya.

Namun aksi para penggemar yang kerap ribut itu sama sekali tidak mencerminkan kedua artis tersebut. Agnez Mo dan Anggun terbukti saling memberikan dukungan satu sama lain.

Terakhir, Anggun meminta publik untuk saling menghargai dan tidak menghakimi Agnez Mo karena ucapan tidak berdarah Indonesia.

Saya dibilang: Jangan ngaku2 orang Indonesia, elo tuh orang Prancis!
Dia dibilang: Malu sama negara ya sampai bilang nggak punya darah Indonesia sama sekali!

Agnez Mo baru menuai kontroversi karena mengaku tidak memiliki darah Indonesia dalam wawancara bersama Kevan Kenney dari Build Series by Yahoo. Ini wawancaranya.

Kenney: Sejak terakhir kali ke sini dua tahun lalu apa saja yang telah kamu lakukan?

Agnez: Aku mengerjakan ‘Overdose’ bersama Chris (Brown) dan kami juga masih memiliki proyek-proyek yang akan datang. ‘Diamonds’ keluar, ini karyaku bersama French Montana dan yang paling aku tunggu-tunggu adalah single lainnya yang berjudul ‘Na Na Na’.

Agnez: Lagu ini sudah ku tulis tujuh tahun lalu, itu adalah lagu pertama yang ku tulis saat pertama kali pergi ke LA. Aku hanya ingin menulis sesuatu yang baik tentang perasaan jatuh cinta. Namun aku sengaja menyimpannya. Lalu ini saatnya aku merasa aku perlu mengeluarkannya karena ini adalah bayiku. Aku tak bisa menyimpannya untuk diriku sendiri saja, aku harus membaginya.

Kenney: Kenapa sekarang?

Agnez: Aku pikir karena aku menjanjikan pada diriku, di 2020 akan ada lebih banyak lagu, dan aku pikir ini adalah hal pertama yang aku lakukan dan ini adalah waktu yang tepat. Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku di studio dan orang-orang mengingatkanku, “Ya ampun Agnez, kamu menulisnya tujuh tahun lalu.”

Agnez: Aku awalnya lupa dengan lagu itu. Ketika mereka menanyakan padaku, ya ampun ternyata mereka menunggu. Ini sangat personal untukku. Penggemarku sungguh suportif, itu adalah karunia.

Agnez: Ini selalu menakutkan, ketika kamu mengeluarkan dirimu untuk dinilai, aku tahu akan ada orang-orang yang menilaimu dari bagaimana kamu menulisnya. Ini selalu menakutkan. Tapi ketika aku sangat takut mengeluarkannya, aku tahu ada banyak yang berpindah, ada banyak orang yang terlibat, tapi kini aku merasa tidak peduli. Aku hanya ingin mengeluarkannya.

Kenney: Omong-omong, aku menonton di sebuah acara televisi, mengapa kamu sangat takut berbicara kasar dalam bahasa Indonesia?

Agnez: Ini berbeda. Itu selalu memberikan efek yang berbeda ketika kamu berbicara kasar dengan bahasamu dan itu selalu membuatku gugup. Aku sangat gugup dan aku sangat deg-deggan memikirkannya. Aku bisa saja mengatakan f**k you, dan aku tidak merasa ada masalah dengan itu tapi ketika aku harus bicara kasar dalam bahasa Indonesia, aku tidak bisa. Aku tidak tahu, tapi aku hanya tidak bisa saja.

Agnez: Dari yang aku tahu ada persepsi yang keliru tentangmu, dan ada begitu banyak perbedaan budaya di Indonesia, bisa kamu jelaskan? (tentang tundingan cultural appropriation)

Agnez: Ya ini sangat menarik karena Indonesia memiliki 18.000 pulau. Kami memiliki bahasa dan berbunyian yang beda, baju daerah yang beda, perkusi, musik, kami memilikinya dengan sangat beragam. Aku hanya berpikir aku tumbuh dengan itu. Tapi yang menarik, aku tumbuh dengan bernyanyi di gereja dan kamu mengetahui musik Indonesia tapi di waktu yang sama kamu bernyanyi untuk gereja. Itu tetap bagian dari aku.

Agnez: Jadi aku berpikir bahwa itu bukan hanya tentang perwakilan dari budaya namun budaya juga bisa menjadi sesuatu yang inklusif.

Kenney: Ini sebenarnya wawancara yang bagus, karena saya pikir ada banyak miskonsepsi tentang dirimu. Bahkan saya baru tahu seberapa banyak perbedaan kultur di Indonesia.

Agnez: Iya, ini sangat menarik karena Indonesia memiliki lebih dari 18 ribu pulau dan di setiap pulau kita punya pakaian dan alat musik tradisional yang berbeda-beda. Alat musik yang biasa digunakan di sini saja sudah banyak sekali, dan saya tumbuh dengan hal tersebut.

Agnez: Tapi yang lucu adalah ketika saya tumbuh dengan bernyanyi di gereja. Jadi kamu punya banyak alat musik tradisional, tapi di sisi lain kamu menggunakannya dengan bernyanyi di gereja. Hal tersebut menjadi bagian dari diri saya.

Agnez: Saya pikir ini bukan hanya soal representasi kultur, tetapi juga inklusivitas kultur yang saya perjuangkan.

Kenney: Saya baca di beberapa wawancara dengan media lain kalau kamu Katanya kamu beda dari orang kebanyakan di sana?

Agnez: Ya, karena saya sebenarnya tidak punya darah Indonesia sama sekali. Saya sebenarnya campuran Jerman, Jepang, dan Chinese. Saya hanya lahir di Indonesia.

Agnez: Saya juga beragama Kristen, dan di Indonesia mayoritas adalah Muslim. Saya tidak bilang saya tidak berasal dari sana, karena saya merasa diterima. Tetapi saya merasa tidak seperti yang lain.

Kenney: Kamu butuh perspektif.

Agnez: Saya pikir itu membantu saya untuk merangkul hal tersebut. Bagaimana saya merangkul kerentanan yang saya miliki, bagaimana saya merangkul perbedaan, bagaimana saya merangkul gaya unik yang sama miliki.

Kenney: Saya pikir apa yang kamu lakukan juga bisa mendorong orang lain untuk merangkul hal-hal tersebut.

SUMBER : Detik.com