Jauhi Serangan Jantung, Jangan Lakukan 7 Kebiasaan Buruk Ini

Jakarta – Serangan jantung adalah kondisi di mana jantung kehilangan oksigen lantaran adanya sumbatan mendadak di arteri yang memberikan suplai darah untuk jantung. Ada beberapa jenis pembuluh darah di tubuh manusia, salah satunya arteri.

Fungsi utama arteri untuk mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Arteri berperan sangat penting untuk saluran darah, sehingga mengharuskan kondisinya dalam keadaan terbuka.

BACA JUGA
7 Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Serangan Jantung
Namun, ada beberapa kondisi yang membuat arteri menjadi tersumbat dan membuat darah tidak dapat mengalir, termasuk ke jantung. Kondisi inilah yang membuat jantung berhenti seketika.

Salah satu penyebab arteri tersumbat adalah kebiasaan buruk yang sering dilakukan sehingga membuatnya muncul plak. Pada keadaan plak tidak stabil, membuat permukaan plak dapat robek sehingga tubuh berusaha menutupnya dengan membuat gumpalan darah.

Gumpalan darah inilah yang menimbulkan sumbatan total atau sebagian pada arteri koroner. Akibatnya, arteri koroner tidak dapat mengalirkan darah kaya oksigen ke jantung sehingga dinamakan serangan jantung.

Berikut ada tujuh kebiasaan buruk penyebab serangan jantung yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (21/11/2019).

Merokok
Filipina Akan Tangkap Pengguna Rokok Elektrik
Ilustrasi foto menunjukkan seorang pelanggan merokok elektrik di sebuah toko vape di Manila (20/11/2019). Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan akan melarang penggunaan e-rokok. (AFP Photo/Dante Diosina Jr)
Tembakau pada rokok dapat merusak jantung dan pembuluh darah, yang meningkatkan risiko penyakit jantung seperti aterosklerosis dan serangan jantung.

Nikotin pada rokok juga meningkatkan tekanan darah dan karbon monoksida yang mengurangi jumlah oksigen ke dalam darah. Selain perokok aktif, perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Minum Alkohol
Minum Alkohol Sebelum Tidur, Bahayakah?
Kamu suka minum alkohol sebelum tidur? Bahaya nggak ya?
Minum alkohol terlalu banyak juga dapat meningkatkan kadar tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Kandungan pada alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang merupakan bentuk kolesterol yang dapat mengeraskan arteri.

Seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih 1 gelas per hari untuk wanita dan tidak lebih dari 2 gelas per hari untuk pria.

Makan Berlebihan
Kebiasaan Buruk Saat Buka Puasa
Makan Terlalu Banyak / Sumber: iStockphoto
Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Cobalah untuk makan lebih sedikit, menghindari porsi makan terlalu besar, dan mengganti minuman manis dengan air mineral.

Reynolds selaku Associate Director dari Cardiovascular Clinical Research Center di NYU menyarankan untuk mengurangi ukuran porsi untuk konsumsi karbohidrat berkalori tinggi.

Makan Daging Merah
Konsumsi Daging Merah Bisa Jadi Kawan atau Lawan
Konsumsi Daging Merah Bisa Jadi Kawan atau Lawan
Mengonsumsi daging merah terlalu sering sangat tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan daging merah mengandung banyak lemak jenuh.

Selain itu, daging olahan seperti bacon dan hot dog terbukti meningkatkan risiko penyakit kanker kardiovaskular dan kanker kolorektal.

Duduk Terlalu Lama
Duduk berlama-lama atau berjam-jam dapat meningkatkan risiko jantung dan stroke. Kondisi ini juga dapat terjadi pada mereka yang berolahraga secara teratur sekalipun, khusus mereka yang olahraganya terputus-putus.

Hal ini dikarenakan kurangnya gerakan dapat memengaruhi kadar lemak dan gula dalam darah. Reynolds menyarankan untuk berjalan-jalan secara berkala dan menyempatkan berdiri saat terlalu lama duduk.

Depresi
Apabila kamu terbiasa depresi atau stres, kamu perlu menghindari kebiasan buruk itu sedini mungkin. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan jantung kamu.

Kata Reynolds, orang yang cenderung mudah stres berada dalam kondisi bahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa perlu tertawa dan mendapat dukungan sosial untuk mencegah serangan jantung.

Mendengkur
Mendengkur dapat menjadi tanda dari sesuatu yang lebih serius, yang disebut Obstructive Sleep Apnea Syndrome. Gangguan ini ditandai dengan napas yang terganggu selama tidur dan menyebabkan tekanan darah meroket tinggi.

Di Amerika, lebih dari 18 juta orang dewasa yang mengalami gangguan ini mampu meningkatkan risiko penyakit jantung. Begitu pun kelebihan berat badan dan obesitas.

sumber : liputan6.com